Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Maret 2016

Urine Anggota DPR yang Anak Mantan Wapres Negatif Narkoba | Polisi Ambil Sampel Darah dan Rambut Ivan Haz

 

POLDA Metro Jaya terus mendalami dugaan penyalahgunaan narkoba oleh anggota DPR Fanny Syafriansyah alias Ivan Haz. Anak Buah Irjen Tito Karnavian di Polda Metro Jaya bahkan perlu menempuh cara lain untuk menelusuri dugaan bahwa putra mantan Wakil Presiden Hamzah Haz itu mengonsumsi narkoba.

Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Eko Daniyanto, hasil tes urine pada Ivan yang dilakukan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) memang negatif. “Morfin, ganja, sabu, kokain, semua negatif,” kata Eko di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, seperti dilansir JPNN (grup pojoksulsel). 

Meski begitu, Eko menegaskan bahwa zat methamphetamine dalam tubuh manusia bisa hilang dalam seminggu. Bahkan, tambahnya, dengan bantuan obat, zat itu bisa cepat memudar. “Ada obat dari Singapura yang ampuh untuk itu,” terangnya. Karenanya, Eko pun menggaet Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk melakukan tes DNA pada Ivan. Rencananya, tes DNA itu akan dilakukan hari ini. “Pemeriksaan akan mengambil sampel rambut IH,” jelasnya.

Sebelumnya, Ivan dikabarkan terjaring dalam operasi pemberantasan narkoba di kompleks perumahan TNI di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Ada lima oknum anggota TNI terjaring operasi itu. Setelah dikembangkan, ternyata ada kaitan Ivan pada kasus itu.

Baca Juga :
Gugatan praperadilan ‘kopi sianida’ Jessica Wongso, kandas | Praperadilan Ditolak, Jessica Tetap Ditahan di Rutan Polda
Polisi Bunuh Dan Mutilasi Anak Kandungnya | Detik-detik Polisi Bunuh dan Mutilasi 2 Anak Kandung
Ahok Ungkap Rahasia Sukses Bongkar Kalijodo | Ini Rencana Ahok Soal Proyek di Kalijodo, Bukan Lagi Tempat Cari Jodoh

 Politikus PPP, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz hari ini menjalani pemeriksaan uji sampel darah dan rambut. "Tadi pagi Ivan Haz diambil sampel rambut dan darahnya," kata Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Eko Daniyanto kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (2/3/2016). Pengambilan sampel itu dilakukan di Puslabfor Mabes Polri guna mengetahui adanya kandungan narkotika di dalam tubuhnya.

Menurutnya hal itu salah satu teknis bagaimana mengetahui seseorang terindikasi menggunakan narkoba. Sebab, bisa saja Ivan Haz menggunakan obat untuk mengecoh hasil. Eko mengaku, hasil pemeriksaan itu baru bisa keluar lima hari kedepan.

"Paling cepet hasilnya keluar 4-5 hari ini. Tapi kalau lama bisa sampai satu mingguan," imbuhnya.
Sebelumnya, putra mantan Wakil Presiden Indonesia, Hamzah Haz itu telah menjalani pemeriksaan urine, hasilnya menunjukkan bahwa Ivan Haz negatif narkoba.

Namun aparat kepolisian tak percaya begitu saja, lantaran didapat informasi bahwa anggota DPR dari Komisi IV pernah melakukan transaksi narkotika di Kostrad pada tahun 2015 dan 2016 sebanyak enam kali.

 

Senin, 15 Februari 2016

KOSTRAD RUTIN PENYULUHAN BAHAYA NARKOBA DI KABUPATEN KEEROM | Dandim Rusyadi Ingatkan Bahaya Narkoba Masuk di Sekolah

 

Salah satu wujud kepedulian terhadap perkembangan dunia pendidikan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411 Raider Kostrad mengadakan penyuluhan hukum, bahaya Narkoba serta kenakalan remaja di SMU Negeri 01 Keerom, Kabupaten Keerom, Papua, Jumat (12/2).

"Kami menyambut baik kegiatan penerangan hukum oleh bapak-bapak dari Satgas Yonif 411 Raider Kostrad yang datang langsung ke sekolah untuk memberikan materi hukum dan bahaya narkoba kepada para pelajar," ujar Kepala Sekolah SMU 01 Keerom di ruang kerjanya.

Perwira Hukum (Pa Kum) Satgas, Lettu Chk Ristamaji, SH menyatakan bahwa penyuluhan serupa akan dilaksanakan secara rutin dan bergilir setiap sebulan sekali dengan mendatangi sekolah-sekolah yang ada di Keerom.

"Melalui penyuluhan ini, kami juga ingin memberikan pencerahan sekaligus memberikan motivasi bagi generasi muda disini untuk meraih masa depan mereka," ujarnya seperti dalam rilis penkostrad, Senin (15/2).

Ditambahkannya, dengan diberikannya penerangan hukum, para pelajar dapat mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba serta efek-efek negatif yang akan timbul akibat kenakalan remaja.

Penyuluhan ini mendapat apresiasi dari guru dan staf pengajar SMU Negeri 01 Keerom dan berharap anak didik mereka dapat menjauhkan diri mereka dari penggunaan narkoba karena mengerti bahaya dan sanksi hukumnya jika melanggar.

Baca Juga:
Virus Zika | Penyakit Demam Berdarah
Polisi Lakukan Mediasi | Bentrok Di Medan
Kawasan Prostitusi Kelas Bawah Terakhir di Jakarta | Pemprov Jakarta Siapkan Rusun untuk Warga Kalijodo

Komandan Kodim (Dandim) 1634/Flores Timur (Flotim), Letkol Inf.Dadi Rusyadi, SE meluangkan waktu menyambangi dan menjadi pembina upacara pada apel bendera di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Larantuka, Senin (15/2/2016). Serentak pada hari yang sama, semua Danramil di Flotim dan Lembata menjadi pembina upacara di masing-masing sekolah yang ditentukan.

Apel bendera di SMAN 1 Larantuka dimulai Pukul 07.00 wita dan selesai Pukul 07.30 wita. Serda Y.Junedi (anggota kolramil 01/Larantuka) sebagai pemimpin upacara. Apel dihadiri Pasi ter Kapten Arm Edi Hermanto beserta anggota Koramil 01/Larantuka; Kepala Sekolah SMAN 1 Larantuka, Yakobus Milan Betan, pendidik dan 1275 pelajar sekolah itu.

Dandim Rusyadi dalam arahannya mengingatkan para pelajar akan bahaya narkoba yang mengancam generasi muda bangsa. Narkoba bahkan sudah masuk di sekolah-sekolah. Rusyadi mengingatkan, peredaran narkoba yang menyasar generasi muda terutama kaum pelajar, adalah upaya sistematis para pengedar narkoba menghancurkan bangsa Indonesia.

"Pengedar narkoba dengan sengaja merusak mental dan psikologi anak muda bangsa kita," kata Dandim Rusyadi. Generasi muda bangsa juga, kata Rusyadi belum lepas dari pengaruh ideologi komunis. Dengan berbagai cara, ideologi yang dianut golongan PKI di masa silam itu, terus menyusup di kelompok masyarakat.

Rusyadi menegaskan kepada siswa agar memegang teguh pada satu-satunya ideologi bangsa Indonesia yakni pancasila. Jika ditemukan kelompok yang menganut ideologi selain pancasila, segera lapor ke Kodim setempat. Dalam bidang politik dan ekonomi, bangsa Indonesia, kata Rusyadi sedang dijajah bangsa asing. Pola l penjajahan saat ini bukan lagi dengan kekuatan senjata, melainkan dengan mengendalikan kekuatan ekonomi suatu bangsa.

"Secara ekonomi kita telah dijajah oleh negara asing. Produk teknologi asal China dan Amerika menguasai masyarakat kita. Produk dalam negeri ditinggalkan, perusahaan lokal pun banyak gulung tikar," kata Rusyadi.
Rusyadi menginformasikan putra-putri terbaik SMAN 1 Larantuka yang ingin menjadi TNI AD agar mendaftarkan diri di koramil setempat atau Kodim 1624/Flotim.

Sabtu, 30 Januari 2016

Razia Narkoba | Penyeludupan Narkoba Jenis Happy Five Di Gagalkan

Puluhan ribu pil Happy Five yang disita dari seorang warga Taiwan di Surabaya. (Liputan6.com/Dhimas Prasaja)
Lagi-lagi Indonesia terkena kasus narkoba, sampai kapan ya Indonesia harus seperti ini? Kapan ya Indonesia bebas dari narkoba dan teroris.

Penyelundupan ribuan butir narkoba jenis Happy Five digagalkan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda. Petugas juga menangkap tersangka CLY, 32 tahun, warga negara Taiwan yang indekos di Jalan Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda, Iwan Hermawan mengungkapkan, petugas pengawas dari KPPBC awalnya mencurigai sebuah 2 paket pos dari Taiwan dengan tujuan Surabaya. Dalam pemeriksaan dokumen pengiriman diketahui jika barang yang dikirim tersebut adalah produk teh hijau.

Namun, petugas tidak percaya begitu saja. Mereka akhirnya menggeledah 2 kardus itu.

"Saat kami buka memang kardus teh hijau. Awalnya kami sempat terkecoh dengan bungkus teh hijau yang digunakan untuk menyembunyikan teh tersebut. Namun, saat kami buka ternyata di dalamnya terdapat 1.000 pil Happy Five tersebut," ucap Iwan di Surabaya, Jumat 29 Januari 2016.

Menindaklanjuti hal itu, menurut Iwan, Bea Cukai menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Direktorat Narkoba Polda Jatim mengintai penerima paket tersebut, yaitu tersangka CLY di Kantor Pos Kebonrojo, Surabaya, Sabtu 23 Januari lalu.

"Setelah melihat tersangka mengambil paketnya petugas gabungan langsung menangkap tersangka. Tersangka mengaku itu memang barangnya," ujar Iwan.

Tersangka CLY mendapatkan barang tersebut dari temannya di Taiwan. Ini terhitung sudah aksi yang ke sekian kali dan baru diketahui hingga membuat dirinya ditahan polisi.

Tak hanya itu, di rumah kos tersangka didapatkan narkoba puluhan ribu pil Happy Five dan 6 ekstasi. Dengan demikian, total pil Happy Five yang disita sebanyak 20 ribu butir.
"Tersangka biasa menjual pil tersebut sebutirnya Rp 125 ribu. Jadi bisa dibayangkan jika ini berhasil dijual ke pasaran," kata Iwan.

Baca Juga : 
Jajanan Anak Berbahaya | Jajanan Mirip Alat Kontrasepsi
Banjir Di Jakarta | 34 Kelurahan Siaga Banjir
Kereta Cepat Jakarta Bandung | Kereta Cepat Di Anggap Tidak Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi


Perang terhadap narkoba terus berlanjut. Kali ini aparat gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur berikut Kodim 0505 Jakarta Timur menggerebek lokasi di komplek kos-kosan di Jalan Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur.
Polisi bersenjata lengkap diturunkan dalam razia ini.
Pasukan K9 dengan anjing pelacak pun diturunkan untuk [menyisir lokasi](2423951"") yang diduga kuat sering dijadikan transaksi dan penyalahgunaan narkoba. Penghuni yang dicurigai sebagai penyalahguna pun digelandang keluar satu persatu. Di tes urine. Deretan kamar kos juga tak luput pemeriksaan polisi dan dimasuki satu persatu.

"Ada 60 orang yang kita ambil tes urine. Sementara hasil cek urine ada 10 orang yang positif narkoba," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Agung di lokasi, Jumat 29 Januari 2016.

Ia menerangkan, untuk yang kedapatan positif narkoba, polisi akan menyelidiki lebih lanjut. Meski begitu, langkah rehabilitasi dikedepankan. Tapi sayang penggerebekan kali ini polisi tidak menemukan barang bukti narkoba.

"Kalau positif mereka kita rehabilitasi," ujar Agung.

Sementara itu di lokasi seorang petugas keamanan di kosan tersebut mengatakan kuat dugaan para penghuni seringkali memanfaatkan kos-kosannya untuk menggunakan narkoba.

Sebab, jauh sebelum penggerebekan hari ini, kos-kosan berlantai 3 itu juga pernah dirazia. Bahkan saat itu ditemukan alat dan barang bukti narkoba.

"Iya kita enggak tahu (kenapa bisa masuk). Masalahnya dia yang bawa. Mungkin sembunyi-sembunyi," tutur petugas yang menolak menyebutkan namanya.
resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut
Copyright © 2014 Berita pagi ini