Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2016

Air Terjun Jumog Karanganyar, Dijuluki sebagai “The Lost Paradise”



Di daerah karanganyar banyak tempat wisata alam yang sudah dikenal, salah satunya adalah Air Terjun Jumog.Tempat wisata tersebut terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, provinsi Jawa Tengah.
 
Tempat wisata Air Terjun Jumog berjarak sekitar 40 kilometer ke arah Timur Solo. Jika para penelusur berangkat dari arah Solo menuju twangmangu, nanti setelah pertigaan pasar karangpandan, para penelusur mengambil ke arah kiri menuju Ngargoyoso. Karena kalau yang ke arah kanan adalah jalan menuju ke tempat wisata tawangmangu.

Jika para penelusur menggunakan kendaraan umum, maka bisa naik bis umum dari Solo ke terminal karangpandan. Kemudian dari terminal karangpandan, para penelusur dapat melanjutkan perjalanan dengan naik bis yang lebih kecil menuju ke Nglogrok. Dan setelah itu untuk menuju ke lokasi air terjunnya, para penelusur dapat memanfaatkan jasa ojek dengan tarif sekitar Rp 45.000. Namun harga tersebut bukanlah harga pasti, semua tergantung negoisasi antara para penelusur dengan si tukang ojek.

Selanjutnya setelah sampai di tempat parkir air terjun, para penelusur harus berjalan kaki untuk sampai di lokasi Air Terjun Jurog yang berjarak sekitar kurang lebih 400 meter. Para penelusur nggak perlu khawatir, karena jalanan menuju ke lokasi air terjun sudah ditata dengan sedemikian rupa, sehingga tidak membahayakan para penelusur.

Untuk tiket masuk ke tempat wisata Air Terjun Jurog adalah Rp 3.000/orang dan parkirnya Rp 1000/motor.

Saat perjalanan menuju lokasi tempat wisata Air Terjun Jumog, para penelusur akan disuguhi oleh keindahan pemandangan alam yang masih segar dan hijau. Selain itu, para penelusur dapat mendengar berbagai suara hewan alam yang ada disekitar diantaranya suara aneka burung yang sangat merdu, sehingga membuat suasana sekitar semakin terasa alami.

Air terjun Jumog sendiri mempunyai ketinggian kurang lebih 30 meter. Jika para penelusur beruntung, maka para penelusur akan bisa melihat pelangi yang seringkali terlihat di Air Terjun Jumog. Tempat wisata ini sendiri sering dijuluki sebagai “Surga yang Hilang” oleh masyarakat  yang tinggal di lokasi air terjun ataupun oleh para wisatawan yang berkunjung.

Selain air terjun, di tempat wisata ini juga sudah dilengkapi oleh berbagai fasilitas pendukung diantaranya arena permainan anak, gazebo untuk beristirahat, kolam renang, rest area, panggung hiburan, dan rumah makan.

Bagi para penelusur yang ingin menginap, maka nggak perlu khawatir, karena di sekitar tempat wisata Air Terjun Jumog terdapat cottage dan juga homestay dengan beragam variasi harga yang ditawarkan. Saat para penelusur berwisata ke Air Terjun Jurog, maka jangan sampai melewatkan untuk mencicipi makanan khas daerah tersebut yaitu sate ayam dan juga sate kelinci yang sangatlah lezat.


Menuruni 116 anak tangga menjadi tantangan saat Anda tiba di tempat wisata Air Terjun Jumog di Karanganyar, Jawa Tengah. Namun, Anda tak bakal merasa lelah jika menikmati pemandangan yang disuguhkan sepanjang perjalanan. Air Terjun Jumog merupakan wisata andalan di Kabupaten Karanganyar. Obyek wisata ini berada di kaki Gunung Lawu, tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Atau, sekitar 41 kilometer dari Solo.

Udara sejuk dan hamparan pepohonan rindang mengelilingi tempat wisata ini. Anda tak akan kepanasan saat menuruni anak tangga yang terbuat dari semen lantaran naungan pohon-pohon pakis di sisi luar tangga yang menempel tebing. Memang, selesai menapaki anak tangga, Anda tak langsung menemukan air terjun tersebut. Anda masih harus berjalan sekitar 100 meter untuk menemukannya di balik tebing. Tetapi, suasana yang sejuk dan pemandangan hijau yang menyegarkan tak bakal membuat bosan.

"Memang benar kata teman-teman, air terjun dan suasana tempatnya cukup indah. Jalan ke sini juga tidak susah," ucap Eka Rahayu (19), mahasiswi Poltek Madiun. Dara asal Magetan, Jawa Timur, ini rela menempuh perjalanan lebih dari dua jam menggunakan sepeda motor untuk melihat air terjun Jumog. Sebelumnya, dia hanya melihat dari foto yang dipamerkan teman-temannya.

Air terjun Jumog sempat dijuluki Surga yang Hilang. Pasalnya, sebelum resmi dibuka untuk umum pada 2004, air terjun ini ditutupi semak belukar.  Akhirnya, warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) Berjo bergotong royong membabat semak dan membuka jalan sehingga air terjun ini bisa dilihat umum. Tinggi air terjun ini hanya sekitar 30 meter. Debit airnya tak terlalu besar meski hujan turun. Juga, tak terlalu sedikit meski musim kemarau datang.

Airnya begitu jernih dan segar. Biasanya, pengunjung bermain dan merendam kaki di aliran sungai yang meneruskan limpahan air terjun. Di depan air terjun, Badan Umum Milik Desa Berjo yang mengelola tempat wisata ini membuat jembatan. Lokasi ini menjadi tempat favorit pengunjung berfoto dengan latar air terjun. Pengelola juga membuat bangku-bangku dari kayu yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk melepas lelah dan menikmati kawasan wisata ini.

"Saat hari libur atau event tertentu, kami menyediakan hiburan organ tunggal," kata Wanti, penjaga loket Air Terjun Jumog. Fasilitas lain yang disediakan pengelola berupa wahana permainan anak berupa jungkat jungkit, ayunan, dan bola panjat. Ada juga kolam renang untuk anak. Namun, tak banyak wahana air yang tersedia selain ember tumpah.


Anda yang tak membawa bekal tak perlu khawatir kelaparan. Terdapat jajaran warung yang menyiapkan beragam menu, mulai mi instan sampai sate kelinci atau sate ayam. Anda pun punya pilihan menikmati di dalam warung atau di pinggir anak sungai air terjun. Deretan warung juga ada di jalur sebelum loket masuk air terjun. Mereka tak sekadar menawarkan makanan tetapi juga oleh-oleh produk masyarakat sekitar. Semisal, keripik ketela dan teh beragam rasa.

Tiket masuk Air Terjun Jumog hanya dipatok Rp 3.000 per orang. Anda yang membawa kendaraan pribadi bisa memarkirkan motor dan mobil di tempat yang telah disediakan pengelola. Tarif parkir sepeda motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. Anda yang lebih menikmati menggunakan kendaraan umum, bisa naik bus dari terminal Solo. Pilih bus jurusan Tawangmangu atau Matesih, dan turun di Terminal Karangpandan. Perjalanan dilanjutkan menggunakan minibus jurusan Ngargoyoso atau Kemuning. Anda bisa turun di pos retribusi wisata Kemuning atau di Nglorog dan berganti naik ojek. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB.

Sabtu, 13 Februari 2016

Kebun Buah Mangunan | Jalan-Jalan Ke Jogja



Jogja memang indah, punya daftar lengkap berbagai jenis objek wisata yang menarik untuk dikunjungi dan salah satunya adalah Wisata Kebun Buah Mangunan Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Kebun Buah Mangunan ini memang belum banyak dikenal oleh masyarakat luas jika dibanding dengan objek wisata lainnya seperti Prambanan, Malioboro dan objek wisata Jogja yang terkenal lainnya.

Padahal jika dilihat dari pesona keindahan alamnya, kebun buah Mangunan ini memiliki potensi wisata yang sangat besar. Mungkin hanya foto di atas saja yang bisa menggambarkan secara lebih nyata bagaimana keindahan yang dimiliki oleh Kebun Buah Mangunan Dlingo ini. Luar biasa!! Kebanyakan yang sering berkunjung di kebun buah ini adalah kalangan mahasiswa yang berkuliah di Jogja.

Tetapi meskipun begitu, ada juga wisatawan yang datang dari luar kota Jogja, seperti Semarang, Bandung, Malang, Surabaya dan kota lainnya. Kebun buah Mangunan Bantul ini mulai popular awalnya dari para pengguna jejaring sosial Instagram yang berfoto ria dikawasan kebun buah mangunan.

Sehingga menjadi trending picture dikalangan para instagramers. Dari kebun buah Mangunan ini kita bisa melihat pemandangan alam yang sangat indah karena letaknya di atas perbukitan, menjadikan kita merasa sedang ada di suatu puncak gunung. Bahkan jika kita sedang beruntung kita bisa menikmati kumpulan awan yang menggumpal di kaki bukit tepat berada di bawah kita.

Di kebun buah Mangunan ini, kita juga bisa menikmati bermacam-macam buah-buahan seperti, mangga, rambutan, jambu air, jeruk, sawo, duku, manggis, matoa, kelengkeng, jambu biji, cempedak, belimbing bahkan durian juga ada tapi – tentunya menyesuaikan dengan musimnya. Harganya pun cukup terjangkau, misal, untuk buah mangga perkilonya dibanderol Rp. 5.000, rambutan Rp. 4.000,-/kg, jeruk Rp. 5.000,-/kg, jambu air Rp. 2.000,-/kg durian dengan ukuran kecil Rp, 15.000,-/buah, durian sedang Rp. 25.000 dan durian besar Rp. 50.000,-.

Lokasi atau Jalan Menuju Kebun Buah Mangunan
Alamat Kebuh Buah Mangunan adalah terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta atau sekitar 35 km dari pusat kota Yogyakarta. Agrowisata ini dibangun di atas area seluas 23,34 hektar pada tahun 2003 oleh Permerintah Kabupaten Bantul. Lokasi ini berada di kawasan perbukitan kaki Pegunungan Seribu dengan ketinggian 150-200m di atas permukaan laut.
Untuk menuju ke lokasi Kebun Buah Mangunan, kita bisa langsung mengambil jalan lingkar (ring road) selatan kemudian berbelok ke arah selatan ke jalan Imogiri Timur di perempatan terminal Giwangan Jogja. Jadi jika kamu menggunakan bis, bisa langsung menggunakan bis jurusan Terminal – Dlingo. Berjalanlah terus mengikuti jalan Imogiri Timur sampai di perempatan jalan Bakulan (terdapat papan petunjuk Kebun Buah Mangunan). Berbeloklah ke arah kiri dan ikuti terus jalan tersebut hingga bertemu dengan tugu bertuliskan Kebun Buah Mangunan. Karena belum ada kendaraan umum yang langsung menuju ke area kebun buah Mangunan, jadi sebaiknya gunakan kendaraan pribadi.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk
Loket masuk ke kebun buah Mangunan dibuka mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 wib. Adapun harga tiket masuk ke kebun buah Mangunan adalah sebesar Rp.5000,- per orangnya.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan
Selain dapat puas menikmati buah-buahan yang tersedia, di kebun buah Mangunan ini kita juga dapat menikmati aktivitas wisata lain seperti:
  1. Outbond.
    Anda bisa menikmati kegiatan Outbond yang meliputi flying fox, reflying, dan jembatan goyang dengan harga per paket untuk 10 orang adalah Rp.200.000,-. Jika Anda membutuhkan tambahan tempat untuk kegiatan indoor, Anda bisa menyewa gedung yang tersedia dengan tarif Rp. 100.000,- untuk 1 – 50 orang dengan durasi sewa 6 jam.
  2. Memancing.
    Di tempat ini juga terdapat kolam pemancingan dengan tarif Rp. 2.000,- per orang untuk durasi sehari.
  3. Berkemah.
    Bagi para guru pramuka atau pecinta alam, area kebun buah Mangunan dapat dijadikan sebagai referensi untuk mengadakan kegiatan camping. Untuk berkemah di area ini, kita dikenakan biaya Rp.5000,- untuk setiap orang setiap harinya.
  4. Berenang.
    Di kebun buah Mangunan juga terdapat 2 pool kolam renang anak. Jadi jika Anda ingin bermain air dengan buah hati, bisa berenang di sana dengan tarif Rp.2.000/per orang untuk durasi satu jam.
  5. Bebek Kayuh.
    Terdapat kolam dengan perahu bebek yang dapat ditumpangi 2 oleh orang.
  6. Sepeda Gunung
    Bagi pecinta sepeda gunung, di kebun buah Mangunan terdapat lintasan sepanjang 2.300 meter yang disediakan khusus untuk downhill. Dan lintasan sepanjang 3.800 meter untuk kelas Cross Country. Sewa lintasan downhill atau cross country untuk 5 orang Rp. 50.000,-.
  7. Jembatan Gantung.
    Jembatan gantung dengan panjang kurang lebih 100 meter ini melintang di atas sungai Opak. Namun Anda harus berhati-hati dan siap-siap dag dig dug karena jembatan ini akan mudah bergoyang ketika ada goncangan.

Fasilitas di Kebun Buah Mangunan
  1. Penginapan.
    Hotel atau penginapan di kebun buah mangunan tidak banyak. Setahu saya hanya ada 1 dengan tarif Rp. 300.000,- per malam. Jadi jika Anda ingin berhemat dan bisa leluasa memilih, sebaiknya mencari penginapan yang berada di Bantul kota. Untuk mulai pencarian hotel di kota Bantul, silahkan gunakan kata kunci: “bantul” di kotak pencarian di bawah ini:
  2. Warung Makan.
    Terakhir saya ke sana pada tahun awal tahun 2014, belum ada warung makan yang berjualan di area kebun buah Mangunan. Jadi sebaiknya Anda membawa bekal sendiri dari rumah, lebih hemat dan higienis. Namun, di sana ada satu warung yang menjajakan makanan khas Gunungkidul yaitu Tiwul, itupun biasanya pada jam-jam 11 sudah habis.
  3. Mushola
    Anda tidak perlu khawatir untuk menjalankan shalat dzuhur atau ashar karena di sana terdapat mushola kecil yang bisa gunakan untuk beribadah.

Sabtu, 30 Januari 2016

Keindahan Pantai Soge | Jalan-Jalan Ke Pacitan



Hai-hai pasti udah seringkan main ke pacitan, tapi masih bingung mau kemana lagi? yuk kita kesini aja "Pantai Soge"

Perjalanan darat menyusuri jalur lintas selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, seketika terhenti manakala pandangan tertuju pada sekerumunan wisatawan bermain air tawar di muara Pantai Soge, salah satu destinasi wisata paling menakjubkan di daerah ini.

Niat untuk terus melaju di jalur bebas hambatan sepanjang pesisir selatan kota terpencil tempat kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini pun pupus sudah.

Dengan wajah berbinar dan hati diliputi rasa penasaran, mobil diparkir darurat di tepi jalur lintas selatan dan bergegas menyusuri jalan setapak, melewati satu area parkir ”dadakan” untuk kendaraan mobil dan sepeda motor, kemudian turun tepat di ujung muara Sungai Soge.

”Takjub!” Mungkin itu kata pertama yang paling pas untuk menggambarkan betapa indahnya eksotika lanskap pantai yang terbentang di kawasan Samudra Hindia itu yang berjarak 276 kilometer barat daya Kota Surabaya, ibu kota Jawa Timur.

Puluhan wisatawan lokal dari sejumlah daerah, mulai anak-anak hingga orang dewasa, begitu asyik bermain air di muara Sungai Soge yang jernih dengan pasir putihnya.

Alur muara sungai berkelok mengitari pasir putih yang membentang di tengah hingga jarak radius 150-an meter sehingga memberi ruang cukup luas bagi wisatawan untuk bermain apa saja dan menikmati keindahan wahana alami pantai.

Sementara debur ombak terus bergulung dan memecah di tepian Pantai Soge, sekelompok wisatawan remaja lain asyik bermain sepak bola plastik atau sejenis futsal hingga puas.

Masih ada satu lagi wahana hiburan yang bisa dinikmati oleh pengunjung selain sekadar berdiri memandangi ombak di tepian pantai, bermain air, ataupun sekadar nongkrong di bawah pohon kelapa sembari menikmati sajian es kelapa muda. Wahana itu adalah ”danau kecil” yang terbentuk karena air laut tidak sepenuhnya tertarik ke tengah laut saat terjadi fenomena air surut, dan terpisah oleh gundukan pasir putih yang membentang di tengah.

Danaunya tidak terlalu luas, tetapi sudah cukup untuk manuver speed boat atau kapal cepat kecil ataupun perahu wisata yang disewakan sejumlah nelayan setempat. Tak heran jika danau kecil berair payau (air laut bercampur air tawar dari Sungai Soge) ini menjadi rujukan wisatawan.

Selain posisinya yang teduh di pinggiran kebun kelapa, hanya dengan biaya Rp 15.000 per orang, pengunjung bisa menyewa jasa perahu wisata atau speed boat kecil untuk mengitari danau tersebut hingga beberapa kali putaran.

Gambaran pemandangan di atas hanya sebagian keindahan di kawasan pesisir Pantai Soge yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.

Jembatan



Pesona kawasan pesisir di Kabupaten Pacitan yang dijuluki ”Kota 1.000 Goa” ini mulai terbuka seiring pembangunan infrastruktur memadai, yaitu jalur lintas selatan yang tembus hingga wilayah Jawa Tengah.

Siapa saja yang berkunjung ke daerah ini masih akan disuguhi pemandangan lain yang tak kalah menakjubkan. Antara lain, jembatan Soge di salah satu ruas jalur lintas selatan setempat yang dibuat futuristik dengan desain konstruksi pipa lengkung di bagian atasnya sehingga menyerupai rangka kubah raksasa.

Banyak wisatawan atau remaja lokal yang sengaja berhenti di sekitar jembatan Soge yang panjangnya sekitar 50 meter ini untuk sekadar berfoto atau menikmati pantai dari celah alur muara Sungai Soge.
”Sayang jika momentum indah ini dilewatkan. Jembatan ini sudah menjadi salah satu ikon jalur lintas selatan Pacitan karena desain konstruksinya berbeda dengan jembatan-jembatan lain pada umumnya,” ucap Winna, wisatawan asal Bogor, sembari berfoto bersama saudara-saudaranya.

Keramaian memang sangat terasa saat libur Lebaran dan hari libur sekolah.

Tidak hanya Winna yang memiliki kerabat di Pacitan, banyak pemudik atau wisatawan yang sengaja datang ke surga wisata pesisir selatan Pacitan untuk sekadar membuktikan kabar yang berkembang dari mulut ke mulut, ataupun berita perjalanan wisata yang dibuat sejumlah bloger maupun jurnalis media online.

Maklum saja, selain Pantai Soge yang menakjubkan saat dipandang dari salah satu ujung tanjakan jalur lintas selatan tersebut, di sepanjang jalur lintas selatan yang baru dibuka pada pertengahan 2012 itu juga disuguhkan banyak wahana wisata pantai lain yang tak kalah memesona.

Alami

Menurut data dinas pariwisata setempat, total ada 17 wahana wisata pantai di sepanjang pesisir selatan Pacitan yang lokasinya dilewati atau berdekatan dengan jalur lintas selatan. Mulai dari Pantai Banyu Tibo, Buyutan, Karang Bolong, Srau, Klayar, dan Watu Karung yang ada di sebelah barat Kota Pacitan, Pantai Teleng Ria, Tamperan Gung, Kali Uluh, dan Wawaran yang ada di sekitar Kota Pacitan, hingga Pantai Pidakan, Soge, Tawang, Taman, dan Kunir yang ada di sebelah timur daerah ini.

Setiap pantai memiliki panorama khas yang akan membuat siapa saja yang berkunjung ke daerah ini berdecak kagum. Sebab, pada dasarnya, pantai-pantai di daerah ini masih sangat alami, atau orang menyebutnya sebagai destinasi wisata yang masih ”perawan”.

Bahkan, banyak orang Pacitan sendiri, konon, belum mengetahui atau menginjakkan kaki di sebagian besar obyek wisata pantai tersebut karena lokasinya, dulu belum memiliki akses kendaraan.

Surga di belahan pesisir selatan Kabupaten Pacitan yang terletak di ujung barat daya Jawa Timur ini baru terkuak dan menjadi perbincangan banyak bloger dan wisatawan setelah pemerintah membangun jalur lintas selatan sepanjang 70-an kilometer di daerah ini, mulai dari Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) di sisi barat hingga Kabupaten Trenggalek yang ada di ujung timur Pacitan.

Mereka yang ingin sekadar menjelajah di jalur cincin pantai Pacitan ini hanya butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk mencapainya.

Menuju Pantai Soge dari Pacitan, kota berjarak sekitar 24 kilometer yang mampu ditempuh kendaraan umum (bus) sekitar 30 menit, sementara dari Surabaya waktu tempuh sekitar 7 jam, dari Tulungagung 3,5 jam, sedangkan dari Solo 4 jam.

Namun, jika ingin sekaligus menikmati setiap destinasi pantai berikut aneka panorama keindahan lainnya, kebutuhan waktu bergantung pada setiap pelancong untuk mengatur ritme perjalanan masing-masing.

Ketika mampir di Pantai Soge selama kurang lebih dua jam, rasanya tak cukup puas dan rasanya ingin menghabiskan waktu seharian, dari pagi hingga sore, agar bisa menyaksikan saat-saat matahari terbit dan terbenam.







Baca Juga : 

Oleh-Oleh Khas Jogja | Jogja Istimewa
Kedung Pedut | Jogja Istimewa | Jalan-Jalan Ke jogja
Sejarah Candi Cetho | Romantisme Candi Cetho | Jalan-Jalan Ke Karanganyar

Sejarah Candi Cetho | Romantisme Candi Cetho | Jalan-Jalan Ke Karanganyar



Selamat sore semua, ada yang tau Candi Cetho yang berada di Karanganyar?

Salah satu peninggalan sejarah di Jawa tengah adalah di kota Karanganyar, Yaitu Candi Cetho. Candi Cetho terletak di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Komplek candi sering dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar atau penduduk setempat sebagai tempat ziarah maupun tempat pemujaan. Candi Ceto dibuat pertama kali oleh Van de Vlies pada tahun 1842. Berdasarkan keadaannya saat reruntuhannya diteliti, candi ini diperkirakan sudah berusia tidak jauh berbeda dari Candi Sukuh, yang cukup berdekatan lokasinya.

Kompleks percandian saat pertama kali ditemukan reruntuhan batu pada 14 teras/punden bertingkat, memanjang dari barat ke timur. Pembaruan pada akhir 1970-an dilakukan oleh Sudjono Humardani,asisten pribadi Suharto mengubah banyak struktur asli candi, meski konsep punden berundak tetap dipertahankan. Beberapa obyek baru hasil pembaruan yang dianggap sudah tidak original adalah gapura di depan bagian kompleks, bangunan-bangunan dari kayu tempat pertapaan, patung-patung yang dinisbatkan sebagai Sabdapalon, Nayagenggong, Brawijaya V, serta Phallus, dan bangunan kubus ada bagian puncak punden. Kemudian pada masa bupati karanganyar, Rina Iriani menempatkan arca Dewi Saraswati, sumbangan dari Kabupaten Gianyar, pada abagian timur kompleks candi, pada punden lebih tinggi daripada bangunan kubus.


Sekarang kompleks candi ceto, terdiri dari sembilan tingkatan berundak. Sebelum gapura besar berbentuk candi bentar, terlihat dua pasang arca penjaga. Aras pertama setelah gapura masuk merupakan halaman candi. Aras kedua masih berupa halaman dan aras ketiga terdapat petilasan Ki Ageng Krincingwesi, leluhur masyarakat dusun ceto. Pada dinding kanan gapura terdapat inskripsi dengan aksara Jawa Kuno berbunyi Pelling Padamel irikang buku tirtasunya hawakira ya hilang saka kalanya wiku goh anaut iku. Tafsiran dari tulisan tersebut adlaah fungsi candi untuk menyucikan diri (ruwat) dan peyebutan tahun pembuatan gapura, yaitu pada tahun 1397 Saka atau dalam Masehi 1475 Masehi. Diteras ketujuh terdapat sebuah tataan batu mendatar di permukaan tanah yang menggambarkan kura-kura raksasa, surya Majapahit. Kura-kura adalah lambang penciptaan alam semesta sedangkan penis merupakan simbol pencpiptaan manusia.

Terdapat penggambaran hewan-hewan lain, seperti mimi, katak, dan ketam. Pada aras ke delapan terdapat arca phallus ( disebut “kuntobimo”) disisi utara dan arca Sang Prabu Brawijaya V dalam wujud Mahadewa. Pemujaan terhadap arca ini melambangkan ungkapan syukur dan pengharapan atas kesuburan yang melimpah atas bumi. Dan yang terakhir adalah aras ke sembilan merupakan aras tertinggi sebagai tempat pemanjatan doa. Disini terdapat bangunan batu berbentuk kubus.

Baca Juga :   

 

Lokasi Obyek Wisata Candi Cetho Karanganyar

Destinasi Wisata Candi Cetho terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Apabila anda menggunakan GPS maka anda dapat menemukan lokasi Candi Cetho di koordinat Koordinat GPS: 7° 35' 30.22" S, +111° 9' 19.87" E . Lokasi ini terlatak di lereng Gunung Lawu serta memiliki ketiggian 1.496 mdpl. Jika anda ingin mendatangi tempat wisata di Karanganyar ini anda dapat melalui jalur Solo-Karanganyar-Tawangmangu. Sebelum sampai Twangmangu, anda dapat melihat tanda peringatan menuju Candi Cetho. Jika melihat tanda ini anda langsung saja belok kiri dan menyusuri jalan utama yang ada. Nanti sepanjang perjalanan anda akan disuguhkan dengan pemandangan berupa kebun teh Kemuning yang sangat asri dan tampak hijau. Akses jalan menuju Candi Cetho ini sudah cukup bagus namun anda harus berhati-hati karena jalan yang relatif naik turun serta berkelok kelok.

Romantisme Wisata Candi Cetho Karanganyar

Lokasi wisata Candi Cetho ini memang memiliki sisi romantis tersendiri di bandingkan tempat lain di karanganyar. Dari akses jalannya saja sudah cukup menarik, yaitu dengan pemandangan berupa kebun teh yang menyerupai pemandangan di Puncak Bogor. Tempat dibangunnya Candi Cetho berada di atas perbukitan, sehingga untuk menjangkaunya perlu perjuangan tersendiri. Mobil atau sepeda motor yang anda gunakan harus prima, jika tidak bisa jadi malah gak kuat. Namun disisi lain apabila anda sudah sampai di atas candi, pemandangannya sungguh luar biasa. Tak salah apabila setiap hari banyak pasangan yang berpacaran di tempat ini. Pada saat-saat tertentu Candi Cetho ini diselimuti kabut, sehingga menambah kesan dramatis dari tempat ini. Suasana yang sejuk membuat kita yang berada di sana akan betah dan tak ingin pulang.

Jumat, 22 Januari 2016

Kedung Pedut | Jogja Istimewa | Jalan-Jalan Ke jogja




Hai-hai, udah pada tau tempat wisata ini?

















Kedung Pedut merupakan perpaduan antara air terjun dengan kolam-kolam alami berwarna hijau toska nan indah. Di water park alami ini wisatawan bisa bermain air sepuasnya bahkan melompat dari tumpukan batu-batu maupun jembatan bambu. Kedung Pedut ber-alamat di Giripurwo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674, Indonesia.

Cahaya matahari pagi itu menemani perjalanan menuju ke Jogja bagian barat, meninggalkan riuh dan padatnya kota. Melewati jembatan Sungai Progo, pemandangan pun silih berganti dari pemukiman penduduk, sawah terasering hingga perbukitan. Tanjakan demi tanjakan pun kami lewati dengan sedikit rasa was-was ketika jalanan semakin menyempit dengan jurang di sisi kiri atau kanan. Hingga akhirnya kami sampai di gerbang masuk wisata Kedung Pedut yang menjadi tujuan kami kali ini.

Sampai di gerbang masuknya bukan berarti kamu bisa langsung menikmati keindahan Kedung Pedut, karena kami masih harus berjalan sekitar 400 meter. Jalanan setapak dari tanah yang sudah dipadatkan ini ternyata cukup membuat ngos-ngosan karena medannya naik turun. Jika berkunjung ke sini, aku sarankan untuk memakai sandal gunung atau sepatu karena jalanan cukup licin jika musim penghujan. Bertemu dengan jalan yang bercabang membuat kami harus memilih, berbelok ke kanan atau kiri. Kami pun memilih belok kiri yang ternyata merupakan jalur melingkar. Sedangkan jika berbelok ke kanan, bisa langsung mencapai Kedung Pedut.  

Dari kejauhan kolam-kolam air yang bertumpuk-tumpuk ini berwarna toska. Wisatawan bisa menyaksikan keindahannya dari gardu pandang yang ada di ketinggian. Untuk semakin mempercantik tempat wisata ini, pengelola telah membangun berbagai sarana seperti kursi-kursi, gardu pandang, jembatan, serta pancuran yang semuanya terbuat dari bambu. Wisatawan pun bisa berlarian di atas jembatan bambu yang melintang di atas kedung kemudian melompat ke dalam air, byuuur! Sungguh menyenangkan. Mandi di pancuran dari tujuh sumber mata air pun akan memberikan kesegaran tersendiri. Berhubung tempat ini alami dan bebas dari kandungan kaporit maka bisa dipastikan tidak akan membuat kulit kering atau mata pedih meski berlama-lama berendam.

Tak sekedar kolam-kolam alami untuk berenang, wisata alam yang dibuka sejak 15 Februari 2015 ini lebih mirip water park versi tradisional. Beberapa wahana yang terbuat dari bambu tampak bertebaran di sekitar kedung menggantikan seluncur dan water byur, mulai dari kursi-kursi bambu yang salah satunya saya duduki, jembatan bambu, gardu pandang dari bambu bahkan pancuran bambu. Bermain air dan berenang di kedung yang airnya berasal dari tujuh sumber mata air ini memang seru dan menyenangkan. Seandainya terdapat ikan yang menemani kita berenang di kedung-kedung ini, mungkin akan lebih mengasyikkan.

Untuk menuju ke Kedung Pedut ini rutenya.

Kedung Pedut terletak di Dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo. Untuk mencapai tempat ini wisatawan dapat melewati rute Jalan Godean – Perempatan Nanggulan – Pasar Kenteng – Kecamatan Girimulya – Pasar Jonggrangan – Pertigaan Gua Kiskendo belok kiri – Pertigaan Grojogan Mudal belok kiri – Pertigaan Kembang Soka belok kiri. Untuk menikmati kesegaran water park alami ini wisatawan cukup membayar biaya retribusi sebesar Rp 3.000.

Di jamin gak nyesel kalau ke sana.













Sabtu, 16 Januari 2016

Oleh-Oleh Khas Jogja | Jogja Istimewa




Di hari sabtu ini ada yang liburan ke Jogja gak? Masih bingung mau cari oleh-oleh apa untuk keluarga di rumah? Ke Jogja itu kalau gak bawa oleh-oleh pasti nyesel banget. Aku kasih referensinya buat kamu.

1. Bakpia Pathok

Bakpia ini berasal dari daerah Pathuk, Jogja. Bentuknya bulat kecil-kecil dengan bermacam-macam rasa. Pada awalnya, bakpia pathok  berisi dan memiliki rasa kacang hijau. Namun, saat ini Anda dapat menemukan olahan makanan oleh-oleh khas Jogja ini dalam berbagai warna bakpia dan aneka rasa yang lezat.













2. Yangko

Oleh-oleh khas Jogja yang satu ini terbuat dari tepung ketan. Bentuknya persegi empat mungil. Makanan khas Kotagede di Jogja ini dapat Anda temukan dengan mudah, sebab hampir semua pusat oleh-oleh di Jogja menyediakan oleh-oleh Yangko ini.
Kue Yangko dibuat dari tepung ketan sebagai bahan utamanya. Saat dimakan, akan terasa lembut, sedikit kenyal di lidah, dan memiliki rasa yang manis.







3. Geplak

Geplak adalah makanan yang dibuat dari kelapa, gula, dan tepung beras atau tepung ketan. Makanan ringan ini adalah makanan khas Bantul, sebuah kabupaten di Jogja yang dijuluki pula sebagai Kota Geplak. Karakteristik makanan khas Jogja adalah memiliki rasa yang manis, demikian pula dengan Geplak. Cara terbaik menyantap Geplak adalah saat masih hangat.

4. Kain Batik

Salah satu tempat mencari batik Jogja adalah di Pasar Beringharjo. Koleksi kain batik di pasar ini yang sangat lengkap, mulai dari kain untuk rok batik hingga kaos barongada. Pasar yang tak pernah sepi ini dihuni sekitar 7 ribu pedagang batik.













5. Kaos Dagadu

Kaos Dagadu JogjaDagadu merupakan brand kaos yang telah menjadi bagian identitas wisata Jogja. Saat ini, Anda dapat menjumpai kaos Dagadu di banyak tempat, baik itu di pasar dan emperan jalan.









6. Cokelat Monggo

Ini adalah cokelat dari Jogja, diracik oleh seorang pria dari Belgia bernama Thiery Detournay. Coklat ini memiliki cita rasa yang tinggi dan unik, seperti laiknya cokelat khas Belgia. Cokelat Monggo tersedia dalam berbagai rasa yang lezat, mulai dari Dark, Praline, hingga Red Chili, dan Orange Pee. Seluruh varian produk Coklat Monggo ini dibuat dengan bahan baku biji coklat asli Indonesia.


Semoga memberi inspirasi buat kalian yang lagi liburan di jogja.

Jumat, 15 Januari 2016

Pantai Klayar | Tempat Wisata

Hai... ada yang masih bingung besok mau liburan kemana? jalan-jalan ke pantai aja... pasti asyik.
Siapa sih yang gak tau pantai klayar, pantai yang sangat indah di kota Pacitan.











pantai Klayar Pacitan menyimpan sejumlah keindahan alam yang mengagumkan. Anda dapat menemukan pesona dan keunikannya pada hamparan pasir yang putih, adanya karang raksasa laksana Sphinx, air mancur alami hingga setinggi 10 meter, serta bebatuan karang dengan bentuk yang unik dan suguhan seruling samudera.
Secara administratif, pantai Klayar Pacitan terletak di Kecamatan Donorojo, tepatnya di Desa Kalak, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dari pusat kota Pacitan, pantai Klayar dapat ditempuh dengan jarak perjalanan sejauh 40 km pada arah barat Pacitan, menghabiskan waktu perjalanan selama sekitar 1 jam.
Pantai Klayar adalah salah satu pantai di Jawa Timur yang menawan. Popularitasnya memang belum setenar Goa Gong di Pacitan atau Pantai Teleng Ria. Tetapi secara umum, pantai ini sudah dikenal di kalangan masyarakat Jawa Timur sebagai salah satu destinasi wisata pantai yang menarik.
Pesona panorama pantai Klayar yang menawan ini adalah sebuah hal yang layak Anda masukkan dalam rencana perjalanan Anda. Tetapi perlu diketahui bahwa akses menuju pantai ini terbilang kurang mudah. Jika Anda mengunjungi pantai Klayar Pacitan, Anda akan menjumpai sejumlah bagian jalan yang belum teraspal secara utuh serta beberapa bagiannya yang rusak.
Selain itu, Anda juga harus melewati jalanan yang berkelok-kelok dan naik turun, sebuah hal yang menuntut Anda lebih berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan. Tetapi setiba di pantai, Anda akan disuguhkan pemandangan pantai yang indah.
Persoalan infrastruktur wisata telah diantisipasi oleh pemerintah lokal dan dieksekusi dalam rencana pengembangan wisata Pacitan. Pembangunan pariwisata ini sungguh penting mengingat lalu lintas kunjungan para penikmat perjalanan ke pantai Klayar Pacitan menunjukkan tren yang meningkat dari waktu ke waktu.

Tebing dan Bebatuan di Pantai Klayar Pacitan



Wisatawan di Pantai Klayar Pacitan


Gimana nih, bagus banget kan... ayo buruan datang kesana....

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut
Copyright © 2014 Berita pagi ini